Beberapa contoh model Baju Teluk Belanga – Jika Anda melihat baju tradisional Jambi, Riau, dan Pontianak, Anda mungkin dalam melihat kesamaan dari ketiganya. Tiga propinsi ini memiliki pakaian adat yang sama – sama disebut dengan teluk belanga atau juga sering disebut dengan baju kurung. Walaupun sekilas terlihat sama, namun setiap propinsi telah memberikan ciri khas masing – masing untuk membedakan antara teluk belanga di provinsi tersebut dengan provinsi lainnya.

Filosofi Baju Teluk Belanga Melayu

Busana teluk belanga yang sering digunakan oleh masyarakat Melayu sangat erat kaitannya dengan khazanah Islam. Ada nilai – nilai keislaman dan filosofi yang terkandung di balik satu setel busana teluk belanga. Pakaian teluk belanga di Pontianak mulai dikenal pada masa pemerintahan Sultan Sy Muhammad  Alkadrie yang memimpin pada 1895 – 1944.

Sultan yang bertahta sebelum Sultan Muhammad biasanya memakai busana model gamis. Mulai masa pemerintahan Sultan Sy Abdrurahman sampai Sultan Sy Yusuf Alkadrie, teluk belangan juga belum digunakan. Untuk sebuah pakaian teluk belanga, ada aturan penmakaian kancing yang sudah baku. Baju tersebut dapat dibuat dengan model tulang belut atau satu kancing, 3 kancing, dan cekak musang atau 5 kancing. Ketiganya memiliki arti masing – masing. Teluk belanga 1 kancing berarti Tauhid. Teluk belanga 3 kancing dimaknai dengn Allah, Muhammad, dan Adam. Sementara itu 5 kancing bermakna rukun Islam.

Perbedaan Baju Teluk Belanga Pontianak dan Melayu

Ada perbedaan yang khas antara busana teluk belanga di Pontianak dengan busana teluk belanga di semenanjung atau Melayu. Untuk wilayah semenanjung seperti Sumatra dan Malaysia, teluk belanga dipakai oleh laki – laki sedangkan wanita mengenakan baju kurung. Jika di Pontianak, perempuan dan laki – laki semuanya memakai busana teluk belanga. Baju tersebut dikenal dengan sebutan teluk belanga perempuan dan teluk belanga laki.

Di kalangan masyarakat Pontianak, istilah busana teluk belanga perempuan sudah cukup jarang digunakan karena lebih akrab disebut dengan baju kurung melayu. Ciri khas dari pakaian teluk belanga adalah panjangnya tidak boleh lebih dari mata kaki. Hal ini menunjukkan bahwa pakaian tersebut sudah mengadaptasi hadist rasulullah yang tidak boleh menggunakan kain berlebih.

Baju Teluk Belanga Modern

Para pemerhati budaya melayu Pontianak menyebutkan bahwa geliat generasi muda di Pontianak sekarang ini sudah mulai meningkat untuk lebih memperhatikan budaya melayu. Hal itu bisa dilihat pada anak-anak muda yang mulai berminat mengampanyekan pakaian teluk belanga dan mengenakan pakaian tersebut di momen – momen tertentu.

Dulu ada anggapan jika mengenakan teluk belanga dianggap kuno. Tetapi dengan kehadiran teluk belanga modern yang dibuat lebih fashionable menjadikan busana tradisional tersebut seolah menjadi trend fashion baru. Walaupun sudah mengadaptasi desain modern, kaidah pemakaian kancingnya masih tetap sesuai dengan pakem teluk belanga yaitu 1, 3, dan 5.

Baju Teluk Belanga Jambi

Provinsi Jambi yang ada di Sumatera juga identik dengan budaya Melayu. Hal ini karena suku yang menempati wilayah Jambi kebanyakan didominasi oleh suku melayu. Oleh sebab itu, budaya Melayu Jambi sampai saat ini masih tetap dijaga kelestariannya, termasuk model pakaian adat khas Melayu Jambi yang juga memakai busana teluk belanga.

Teluk belanga merupakan pakaian yang dikenakan oleh pria. Sementara itu wanita di Jambi mengenakan baju adat yang disebut dengan tengkukuk. Dalam pemakaiannya, pakaian ini mewakili simbol status tertentu dari orang yang memakainya. Jika salah dalam memakainya, maka makna pakaian itu pun akan salah.

Istilah teluk dan belango jika diartikan secara harafiah tidak memiliki korelasi. Tetapi dari kedua kata tersebut dapat diartikan bahwa pakaian adat Teluk Belango adalah busana yang berupa baju potongan yang tidak berleher dan tidak terbuka. Bagian kerahnya berbentuk bulat seperti belango. Adat istiadat busana di Jambi tersebut dimaksudkan bahwa aturan berlaku mulai dari masyarakat rendah hingga level atas dan diwujudkan dalam tingkat laku dan pikiran seseorang.

Pakaian tersebut juga hadir dengan model yang longgar sebagai simbol hati yang lapang yaitu lapang dalam hal perkembangan kearifan dan memiliki cara berpikir yang lapang. Baju adat teluk belanga pria sama seperti baju potongan melayu yang sangat erat dengan falsafah, syarat, dan aturan adat. Dalam pemakaiannya, baju tersebut dilengkapi dengan peci.

Baju Teluk Belanga Melayu Riau

Provinsi Riau memiliki dua macam pakaian adat, salah satunya adalah teluk belanga. Busana adat kepulauan Riau ini hanya dipakai oleh kaum pria. Sebenarnya baju tersebut juga merupakan baju teluk belanga pria Melayu yang menjadi ikon baju adat di Jambi dan sekitarnya. Namun busana teluk belanga yang digunakan di kepulauan Riau mempunyai keunikan tersendiri yang membedakannya dengan busana teluk belanga lainnya,

Pada umumnya, baju adat teluk belanga hadir dengan motif polos dan warnanya juga tidak mencolok. Warna pada pakaian dan celana bawahannya juga senada. Di bagian bawah dilengkapi dengan kain sarung yang dililitkan sampai sebatas lutut. Sementara itu, aksesoris pakaian ini berupa penutup kepala yang dikenal dengan sebutan tanjak. Penutup kepala ini terbuat dari songket segi empat yang dibentuk seperti songkok atau peci. Biasanya, tanjak hanya dipakai untuk upacara atau acara yang bersifat resmi seperti kenduri dan upacara adat.

Baju Teluk Belanga Perempuan

Baju untuk perempuan sebenarnya cukup jarang yang menggunakan teluk belanga. Hal ini karena ada istilah salah kaprah yang menyebutkan bahwa teluk belanga dipakai oleh wanita. Sebenarnya baju yang dipakai oleh wanita disebut dengan baju kurung. Pakaian tersebut dipakai bersama dengan kerudung dan aksesoris lainnya. Baju kurung memiliki potongan yang longgar agar tidak memperlihatkan lekuk tubuh.

Di Riau, busana untuk wanita dikenal dengan sebutan kebaya labuh. Ini adalah salah satu jenis busana kurung yang banyak dipakai oleh masyarakat suku Melayu. Pakaian ini konon menjadi jenis baju kurung tertua yang masih eksis hingga saat ini. Bentuk kebaya labuh sekilas hampir sama seperti kebaya pada umumnya. Tetapi bagian bawahnya dibuat menjunyai sampai menutupi bagian lutut. Sama seperti kebaya pada umumnya, kedua sisi depan kebaya labuh ini dikaitkan dengan 3 kancing. Jadi bagian bawah kebaya terlihat terbuka dan melebar. Biasanya cara pemakaiannya dipadukan dengan bawahan berupa kain batik dan kadang dipadukan dengan selendang untuk aksesorisnya.

Demikian sedikit penjelasan tentang baju teluk belanga. Sekarang kita sudah mengetahui perbedaan dan ciri – ciri teluk belanga yang digunakan di beberapa daerah di Indonesia , semoga apa yang kami sampaikan pada artikel ini , bisa memberi wawasan baru untuk kita semua mengenai keberagaman baju yang terdapat di Tanah Air tercinta ini , dan semoga bisa memberi inspirasi untuk kita semua , yang mungkin saja saat ini tengah bingung untuk menampilkan suatu pakaian seni dari ciri khas Teluk balanga tersebut , sampai ketemu di artikel selanjutnya terima kasih .