Baju kurung merupakan salah satu pakaian tradisional bagi masyarakat Melayu. Selama ini baju tersebut identik dengan baju yang dipakai oleh kaum perempuan melayu saja. Baju tersebut awalnya hanya biasa digunakan oleh kaum perempuan di lingkungan kerajaan dalam upacara kebesaran melayu. Pakaian ini dipadukan dengan kain songket sebagai sarung atau bawahan dari pakaian tersebut. Untuk mempercantik penampilan, dalam pemakaiannya biasanya disertai dengan aksesoris seperti perhiasan emas dan kipas atau tas kecil.

Karena masyarakat melayu sebagian besar memeluk agama Islam, tidak sedikit wanita melayu yang menyerasikan pakaian ini dengan hijab. Walaupun demikian, ada pula yang tidak memakai hijab. Baju tradisional kurung saat ini telah dipakai oleh masyarakat biasa di Melayu secara luas. Pakaian ini dapat digunakan oleh anak-anak saat pergi mengaji atau para wanita saat pergi berbelanja tanpa memakai aksesoris yang mewah.

Pakaian kurung telah dianggap populer dan tidak hanya dipakai oleh perempuan tetapi juga laki – laki. Sebenarnya pengertian kurung pada nama baju ini secara tidak langsung berarti menutup atau mengurung anggota tubuh. Hal ini sesuai dengan konsep berpakaian dalam adat Melayu setelah kehadiran agama Islam. Jadi istilah kurung juga diartikan sebagai pakaian yang labuh, longgar, atau panjang. Walaupun baju ini memiliki beberapa nama, baju ini telah memiliki ciri – ciri khusus yang membedakan dengan baju tradisional dari daerah lain.

Pakaian ini memiliki ukuran yang sedikit longgar di bagian leher, kain sebagai rok, kain BK, dan sarung batik. Bagian penutup kepala dapat dilengkapi dengan tudung likuk atau selendang tipis. Cara berpakaian ini sama seperti baju kurung Malaysia.

Sejarah Baju Kurung Melayu

Menurut catatan dari Tiongkok, disebutkan bahwa masyarakat Melayu pada abad ke-13 sudah memakai pakaian kurung untuk lelaki maupun perempuan. Dalam perkembangannya, perempuan melayu juga mengenakan selendang model berkemban yaitu sarung dililitkan di sekeliling dada. Selain itu, celana juga  sudah mulai digunakan dengan model gunting aceh. Ini adalah celana yang ukuran panjangnya hanya sampai di bawah lutut. Tetapi perdagangan di wilayah tersebut kemudian membawa pengaruh budaya asing di mana barang – barang dari India, Timur Tengah, dan Tiongkok mulai berdatangan.

Selain perdagangan, hal ini ikut memaparkan bagaimana cara berpakaian orang Melayu yang mulai terinspirasi oleh pakaian yang dikenakan oleh para saudagar tersebut. Selain itu, orang Melayu juga sudah banyak yang memeluk agama Islam dna hal ini berpengaruh terhadap cara mereka berpakaian karena dalam agama baru tersebut, laki – laki dan perempuan wajib untuk menutup aurat. Puncaknya terjadi sekitar tahun 1400an ketika pakaian Melayu telah digambarkan secara jelas dalam kesusasteraan sejarah Melayu.

Ciri Khas

Pakaian kurung memiliki ciri khas pada rancangannya yang longgar di bagian dada, lengan, dan perut. Pada saat dipakai, bagian bawah baju ini akan sejajar dengan pangkal paha namun pada kasus tertentu ada juga yang dibuat memanjang sampai sejajar lutut. Pakaian kurung tradisional memiliki potongan longgar, berpesak, memiliki lengan panjang, dan melebar di bagian bawah. Model baju yang dikenakan oleh para wanita dipakai bersama kain sarung ikatan ombak mengalun.

Yang menarik, baju tersebut tidak dilengkapi dengan kancing tetapi lebih menyerupai kaos. Selain itu, pakaian ini juga tidak memiliki kerah di mana setiap ujungnya berhiaskan renda. Di beberapa bagian juga sering dihias dengan sulaman warna emas. Sebenarnya baju ini adalah jenis pakaian yang dipakai oleh perempuan dan laki – laki.

Tetapi saat ini muncul kecenderungan bahwa baju tersebut hanya dipakai oleh perempuan. Pakaian kurung untuk laki – laki di Malaysia dikenal sebagai baju Melayu. Sementara itu di Indonesia, pakaian kurung untuk laki – laki biasa dikenal dengan sebutan teluk belanga. Sebenarnya sebutan teluk belanga merupakan sesuatu yang salah kaprah. Hal ini karena teluk belangan merupakan salah satu variasi dari model pakaian kurung selain model baju cekak musang. Untuk pakaian kurung laki – laki biasanya dipadukan dengan kain samping dan celana. Celana yang dipakai oleh laki – laki sebagai padu padan untuk pakaian kurung disebut dengan seluar.

Perbedaan Pakaian Kurung Laki-laki dan Perempuan

Ada beberapa perbedaan yang mencolok antara model pakaian kurung yang dikenakan oleh laki – laki dan pakaian yang dikenakan oleh perempuan. Perbedaan itu dijelaskan dalam buku berjudul Pakaian Patut Melayu. Perbedaannya dapat dilihat di bagian kantong di mana pakaian untuk lelaki memiliki 3 kantong sedangkan perempuan hanya memiliki 1 kantong. Cara pemakaian baju tersebut juga memiliki perbedaan. Pakaian kurung untuk perempuan akan sampai di bawah lutut dan memiliki alas leher sempit. Sementara itu baju untuk laki – laki akan jatuh sampai bawah pantat dan memiliki alas leher melebar serta ada 2 saku,

Kelengkapan Pakaian Kurung

  1. Pakaian Perempuan

Pakaian kurung untuk perempuan terdiri dari sarung, kain dagang, dan selendang. Sarung yang dipadukan dengan pakaian kurung dikenakan dengan ikatan yang disebut ombak mengalun yakni kain yang dilipat berlipit – lipit atau berombak. Lipatan tersebut berada di bagian kanan atau kiri badan pemakainya.

Kain dagang merupakan kain sarung yang biasa dijadikan sebagai kerudung saat bepergian. Kain tersebut dipakai untuk melindungi kepala dari sinar matahari. Jika berada di dalam ruangan, kain dagang tersebut akan diikatkan di bagian pinggang atau cukup disangkutkan pada bagian lengan. Padupadan lainnya pada baju kurung modern adalah selendang. Biasanya selendang disampaikan di bahu. Bila sedang memakai kain dagang, wanita biasanya akan memakai kain mantul. Kain ini seperti selendang pendek bersulam yang disampirkan di bahu ketika memakai kain dagang untuk kelengkapan baju tersebut.

  1. Pakaian Laki-laki

Pakaian kurung untuk laki-laki biasanya dipadukan dengan celana panjang bernama seluar. Ada beberapa jenis seluar yang digunakan di antaranya adalah seluar aceh, seluar panjang, seluar katuk, dan seluar sampit. Ketika lelaki mengenakan pakaian kurung hanya dipadukan dengan sarung tanpa celana, ini disebut ketumbing. Jenis pemakaian seperti ini biasanya hanya untuk di rumah atau ke masjid.

Selain suar, kelengkapan baju kurung lainnya adalah kan samping. Kain tersebut merupakan kain sampingan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memasang kain samping di antaranya adalah ikatan pancung, ikatan kembung, dan ikatan lingkup. Ikatan pancung merupakan cara pemakaian kain samping dengan kain lepas di mana kain dililitkan di bagian pingganh. Sebelum sampai ke bagian ujung, kain tersebut dipancung atau disemat dan membiarkan bagian ujung kain menjuntai ke bawah.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai pengertian baju kurung dan beberapa model dari baju kurung tersebut , semoga bisa menambah wawasan baru untuk kita semua mengenai keaneka ragaman dari sebuah pakaian ini , khususnya yang terdapat di Indonesia , sekian dan terima kasih .